Trilogi Milik Reds

By dilemafc

Daya magis daratan Eropa memang selalu membuat Liverpool bisa tampil dengan energi berlimpah. The Reds pekan ini memastikan kembali melaju ke semifinal Liga Champion di bawah arahan Rafael Benitez setelah Steven Gerrard cs. melibas Arsenal dengan skor 4-2 di Anfield (agregat 5-3).

Kemenangan ini sekaligus menegaskan bahwa The Anfield Gank adalah pemenang trilogi maut pertemuan mereka dalam periode sepekan musim ini. Liverpool akhirnya mengungguli Gunners setelah dua kali bermain imbang.

Pada Rabu pekan lalu laga antara keduanya di perempatfinal Liga Champion berakhir imbang 1-1. Skor identik tercipta lagi di London pada Premier League tiga hari kemudian.

Hal ini berkebalikan dengan fakta bahwa musim lalu Arsenal memenangi tiga dari empat laga melawan anak-anak Benitez di kancah Liga Premier, Piala FA, dan Piala Liga. Lagi-lagi ini membuktikan bahwa prioritas utama Liverpool adalah kancah Liga Champion, bukan panggung domestik.

Pada Selasa lalu, Arsenal sempat di atas angin dalam tempo tujuh menit menjelang bubar. Skor 2-2 saat itu memang menjanjikan kelolosan Gunners, yang terhitung lebih agresif di kandang lawan.

Akan tetapi Gerrard membuat Reds unggul lewat sebuah penalti kontroversial di menit ke-85 dan keunggulan tuan rumah dipastikan aksi serangan balik Ryan Babel di injury time.

Walcott Luar Biasa

Gunners sebelumnya membuka skor lewat Abou Diaby dan dijawab balasan dari Sami Hyypia dan Fernando Torres. Keunggulan sementara ini pupus berkat aksi fenomenal Theo Walcott, yang mampu menggiring bola sejauh 70 meter dari daerah Arsenal tanpa terbendung pemain Liverpool.

Walcott kemudian melepas umpan silang yang tidak disia-siakan Emmanuel Adebayor. Ketimbang mengerubuti Adebayor, para pemain Arsenal justru merayakan gol bersama Walcott.

Kesuksesan The Reds ini mengantar Benitez Boyz melaju ke semifinal untuk ketiga kalinya dalam empat tahun belakangan. Mereka kelak akan menjajal Chelsea, yang uniknya sempat ditemui Liverpool dalam semifinal di 2004/05 dan 2006/07!

Jangan lupakan juga bahwa di dua kesempatan itu The Reds-lah pemenangnya.

Tinggalkan Balasan